Efikasi Terhadap Ulat Jengkal

Dari hasil pengamatan didapatkan beberapa jenis tumbuhan liar rawa yang
berpotensi sebagai insektisida nabati terhadap ulat jengkal dan persentase tingkat kematian
larva melebihi dari kontrol insektisida (tumbuhan mimba) yaitu tumbuhan galam, mercon,
sungkai, kedondong, kumandrah dan cambai. Seperti tumbuhan liar mercon dan galam
daya racun terhadap larva yang diuji lebih tinggi persentase kematian larva dibandingkan
mimba (kontrol insektisida nabati) (Tabel 6). Hal ini diduga bahwa jenis tumbuhan liar
rawa tersebut mempunyai bahan aktif yang lebih meracun dibandingkan bahan dari mimba.
Pengamatan secara visual bahwa tumbuhan liar rawa tersebut mempunyai ciri khas tertentu
seperti galam mempunyai bau aroma yang baik, kumadrah dapat digunakan sebagai bahan
obat-obatan, cambai dapat digunakan sebagai bahan ramuan ginjal dan maag, sedangkan
tumbuhan mercon dapat juga digunakan sebagai fumigan dalam mengendalikan hama-
hama padi terutama walang sangit.

Pada perlakuan insektisida nabati dari bahan tumbuhan rawa bereaksi agak lambat
dan diduga mempunyai racun perut disini dibuktikan setelah larva-larva yang diuji makan
baru larva-larva tersebut memperlihatkan daya racunnya bekerja. Selain itu pula diujikan
juga insektisida dari bahan tumbuhan rawa tersebut langsung secara kontak pada larva-
larva yang diuji hanya sebagian kecil saja yang mengalami keracunan dengan demikian
dapat dikatakan, namun tidak memperlihatkan adanya kematian larva.


Efekasi Terhadap Ulat Grayak

Dalam kegiatan inventarisasi tumbuhan yang mengandung bahan bioaktif atau
berpotensi sebagai pestisida, diperoleh kurang lebih 23 jenis yang dikatagorikan mampu
membunuh atau menekan aktivitas hama tanaman. Tumbuhan tersebut terdiri dari golongan
rumputan, semak dan pohon-pohonan. Nama-nama tumbuhan yang telah dikoleksi belum
diketahui bahasa umumnya (Bahasa Indonesia), sehingga masih menggunakan Bahasa
Daerah Banjar. Tumbuhan yang dikoleksi pada umumnya berhasiat sebagai obat, namun
ada juga yang dapat meracun terutama pada kulit dan sebagian lagi mempunyai bau yang
menyengat.

Ada empat jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai insektisida nabati, yaitu
kumandrah, kancing-kancing, cambai dan sungkai. Dari keempat jenis tumbuhan tersebut
diketahui bahwa daun sungkai adalah yang paling efektif, yaitu mampu membunuh larva S.
litura sebesar 90 % baik instar 2-3 ataupun 3-4, sedangkan lainnya hanya mampu
membunuh antara 40% - 60% saja (Tabel 7).
Sungkai adalah tumbuhan hutan yang kayunya biasanya digunakan untuk membuat
mebel, sedangkan daunnya digunakan untuk mempercepat kematangan buah. Tumbuhan
lainnya seperti kumandarah biasanya digunakan untuk memperlancar buang air besar dan
cambai digunakan untuk obat sakit perut, sedangkan kancing-kancing adalah tanaman yang
tumbuh pada pohon lain yang menyerupai anggrek yang digunakan sebagai campuran
bedak (kosmetik).
Menurut Thamrin et al. (2004), jenis tumbuhan rumput minjangan (Chromolaena
odorata) selain berpotensi dalam mengendalikan penggerek batang padi, ulat kubis dan ulat
buah paria juga berpotensi dalam mengendalikan ulat grayak (Spodoptera litura). Jenis
tumbuhan rumput minjangan (Chromolaena odorata) memiliki suatu metabolit sekunder
yang belum diketahui kandungan kimia dari tumbuhan tersebut.

You can leave a response, or trackback from your own site.

0 Response to " "

Posting Komentar

Powered by Blogger